Publicviral.com Situbondo Jatim Kamis 15 Januari 2026: Sedikitnya ada 6 nama yang kemarin telah resmi, dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Situbondo. Laporan itu terkait dugaan tindak pidana korupsi pemerasan, dan suap menyuap Guru Garis Depan (GGD).
Keenam terlapor tersebut berasal dari dua cluster, cluster BKSDM dan Dinas Pendidikan. Satu nama lain, diluar cluster tersebut. Walau bukan pejabat penting, tapi punya peran cukup besar.
“Jabatan resminya hanya korwil, tapi dia punya peran yang signifikan dalam alur perkara ini. Dia dipertemukan dengan terlapor utama karena satu perguruan di perburungan,” papar Hanif.
Lebih jauh, advokat yang sedang naik daun karena menjadi pendamping Kakek Masir itu menyampaikan, laporan tersebut sebagai wujud keprihatinannya, terutama pada dunia pendidikan di Situbondo. Karena akibat dugaan perkara tersebut, banyak sekolah yang kekurangan guru.

“Sekaligus ini jawaban atas tantangan jika perkara dugaan jual-beli mutasi GGD tak mungkin jadi laporan karena hanya opini,” kata Hanif
Lebih jauh, Hanif menyarankan agar pejabat terkait, jangan hanya bisa bicara di medsos, tapi malas bahkan berprasangka buruk dengan informasi dan data-data. “Kalau besok Kadiknas dilantik sehingga menjadi pejabat definitif, coba ajak bupati turun ke sekolah-sekolah dengan membawa data. Dengan demikian beliau bisa melihat dunia pendidikan tidak dari menara gading,” tandas Hanif.
Masih menurut Hanif, dari informasi yang dia terima, ada sekitar 25 nama pejabat eselon 2 yang besok Jumat akan dilantik. Sebagian pejabat tersebut tetap di posisinya dan hanya didifinitifkan. Sebagian lagi menempati pos-pos baru.

“Jabatan itu amanah. Di manapun ditugaskan, amanah tetap harus tetap dijaga,” kata Hanif sambil sambil memberi clue jika salah satu pejabat penting yang dilaporkan tidak termasuk 25 pejabat eselon 2 yang sudah mengikuti ujian kompetensi.
(Moh Hanif – Red/Tim-Biro Siti Jenar group multimedia Situbondo Jatim)













